Senin, 09 Februari 2009
tdi kn gw browsing" gtuu bwad tugas sosio tentang cara hidup atau kebudayaan masyarakat multietnis, beserta contohnya dan blablabla..
dan gw menemukan contoh" cerita kuno a.k.a legenda masyrakat Cina gtuu,, and it's quite entertaining to be read.
and here it goes.. happy reading :)
Memandang bulan hingga tengah malam
Legenda mengatakan bahwa pada jaman dahulu ada sebuah keluarga, keluarga Yang, yang menikahkan anak lelakinya, yang masih anak kecil, dengan Yao, anak perempuan ke enam dari keluarga Yao.
Keluarga Yang memperlakukan Yao seperti budak sejak hari pernikahan. Dari mulai mencuci, menenun, memasak dan banyak lagi. Apabila pekerjaan yang diberikan tidak dapat diselesaikan, maka perlakuan kasar akan diterima Yao.
Suatu hari pada tanggal lima belas bulan delapan Imlek, keluarga Yang memberikan 7 keranjang kapas kepada Yao untuk ditenun menjadi kain dan harus selesai pada keesokan harinya.
Sepanjang hari Yao terus menenun untuk menyelesaikan 7 keranjang yang diberikan. Pada kira-kira tengah malam, minyak yang dipakai untuk penerangan habis. Ditengah kebingungan, Yao melihat terangnya bulan saat itu sehingga memindahkan alat tenun ke halaman rumah untuk melanjutkan pekerjaan yang belum selesai dengan diterangi cahaya bulan.
Pada saat Yao sedang menenun, di langit melintas sebuah perahu naga besar berisi para Dewa yang sedang menikmati terangnya bulan. Mereka melihat Yao sedang menenun. Salah seorang Dewa berkata agar tidak perlu menenun lagi dan beristirahat.
Yao berkata bahwa dirinya harus menyelesaikan tenunan apabila tidak ingin mendapat perlakuan kasar. Tiba-tiba angin menerpa dengan keras dan cahaya terang bulan tidak ada lagi.
Yao dengan terpaksa berhenti menenun dan memindahkan alat tenunnya ke dalam rumah, lalu beristirahat.
Pada pagi hari, Yao sudah membayangkan perlakuan kasar yang akan menimpa dirinya. Namun saat keluarga Yang melihat alat tenun yang ada, mereka terkejut dan heran karena alat tenun yang biasa dipakai Yao telah berubah menjadi alat tenun yang terbuat dari emas.
Ketika Yao ditanya, dia hanya menceritakan kejadian semalam.
Akhirnya keluarga Yang menyadari bahwa Yao adalah seorang yang sangat baik dan beruntung.
Sejak saat itu keluarga Yang selalu memperlakukan Yao dengan baik.
Cerita ini diturunkan dari generasi ke generasi sehingga memandang bulan pada Perayaan Pertengahan Musim Gugur hingga larut malam menjadi sebuah tradisi. Dengan harapan dapat melihat perahu naga para Dewa.
Cao-E
Berdasarkan legenda, pada suatu tahun di hari ke lima bulan ke lima Imlek selama masa pemerintahan Kaisar An Di dari Dinasti Han Timur, terdapat seorang pria bernama Cao Ding yang sedang menikmati suara ombak.
Suara ombak sungai bagi Cao Ding jauh lebih indah dibandingkan suara dedaunan tertiup angin, juga dibandingkan kemeriahan laskar tentara yang sedang menikmati kemenangan.
Ditengah keasyikannya, secara tiba-tiba Cao Ding tersapu ombak dan menghilang.
Anak Cao Ding, Cao-E, hanya dapat menemukan kipas sang ayah. Cao-E sangat sedih menyadari bahwa sang ayah telah meninggalkan dirinya. Kesedihan semakin bertambah demi menyadari bahwa dirinya tidak dapat menemukan jasad sang ayah.
Para nelayan memberikan nasehat agar Cao-E pulang dan beristirahat, dan jasad sang ayah kemungkinan besar akan muncul ke permukaan setelah dua hari.
Tetapi tekad Cao-E sudah bulat untuk terus menunggu jasad sang ayah. Penantian selama tujuh hari dan tujuh malam tanpa hasil. Di tengah rasa putus asa dan penyesalan yang sangat mendalam, Cao-E menceburkan diri ke dalam sungai.
Tiga hari kemudian, jasad Cao-E dan sang ayah ditemukan pada saat dan tempat yang sama.
Apa yang dilakukan Cao-E membuat rakyat sekitar sangat terharu. Oleh sebab itu, pada setiap hari ke lima bulan ke lima Imlek, pada Perayaan Perahu Naga, mereka mendayung perahu naga yang membawa patung Cao-E demi mengenang pengorbanan yang dilakukan Cao-E.
Menyembunyikan sapu
Menurut legenda, pada jaman dahulu kala terdapat seorang pedagang bernama Ou Ming yang selalu berpergian menggunakan perahu untuk menjalankan usahanya.
Suatu hari Ou sedang naik perahu di Danau Pengze. Tiba-tiba badai menghadang, sehingga perahu terdampar pada sebuah pulau. Ditengah kebingungan karena perahu rusak berat dan tidak dapat dipakai untuk meneruskan perjalanan, datang seorang bernama Qing Hongjun, pemilik dari pulau tersebut.
Qing mengundang Ou ke kediamannya dan menjamu Ou dengan hangat. Sebagai kenang-kenangan atas kunjungan Ou, Qing berminat memberikan sebuah tanda mata. Ou dipersilahkan memilih barang yang disukainya dari begitu banyak barang permata yang ada di rumah Qing.
Pada saat seorang pelayan Qing menghidangkan teh bagi Ou, secara tidak sadar terucap bahwa Ru Yuan adalah harta yang paling berharga.
Ou mendengarkan hal itu dan berpikir siapakah Ru Yuan itu. Namun dia memastikan bahwa Ru Yuan sangat berharga.
Akhirnya Ou meminta Ru Yuan kepada Qing. Meskipun pada awalnya Qing ragu, namun akhirnya Ru Yuan diberikan kepada Ou. Ternyata Ru Yuan adalah seorang pembantu wanita di rumah Qing yang sangat cantik.
Qing lalu mempersiapkan perahu untuk Ou. Pada saat perpisahan, Qing memberikan satu peti permata kepada Ru Yuan. Melihat permata yang sangat banyak, timbul pikiran jahat pada Ou untuk memiliki permata tersebut bagi dirinya sendiri.
Setibanya di rumah, Ou melayani Ru Yuan sangat baik. Sehingga lama kelamaan Ru Yuan terlena dan memberikan kunci peti permata kepada Ou.
Begitu mendapatkan kunci peti permata, sifat Ou langsung berubah total. Ru Yuan diperlakukan secara buruk dan disuruh bekerja keras siang dan malam. Menghidangkan teh, memasak, mencuci pakaian, dan banyak lainnya.
Suatu hari pada hari pertama Perayaan Tahun Baru Imlek, Ou berpikir bahwa Ru Yuan terlalu malas, karena baru bangun pada saat ayam berkokok, sehingga memukuli Ru Yuan.
Tidak tahan, Ru Yuan lari. Ou tidak tinggal diam, dia mengejar.
Melihat sebuah sapu tersandar pada pohon, Ru Yuan memutuskan untuk menghilang kedalam sapu. Bersamaan dengan menghilangnya Ru Yuan, semua harta benda dan permata yang ada di rumah Ou turut terbang dan menghilang ke dalam sapu.
Ou hanya bisa terpaku menyaksikan semuanya. Melaratlah Ou sejak saat itu.
the end.
P.S: bsog gw ul KWN , dan gw masi dengan santainya ol en blogging + buka fb. huaha.
nite guys.
x o x o :)
1 CHARM Received:
gak papa lah...gw aja waktu mo sidang skripsi,tyap hari malah maen game ama inet...tidur jam 2 mulu...=P
Post a Comment